Wonderful Derawan
Setelah tujuh hari di Maratua,kami masih punya sisa satu hari lagi yang bahkan sampai hari terakhir, kami masih belum tahu akan menginap dimana.Rencana awal,kami akan menginap di water villa Maratua Paradise,tapi berhubung jarak Maratua-Tanjung Batu bisa 1-2 jam lebih jika cuaca tidak bersahabat,kami memutuskan untuk menginap di pulau Derawan yang jaraknya sekitar setengah jam saja ke dermaga.Saya tidak bisa bebas browsing kecuali jika ke kampung Tanjung Harapan,tapi untungnya Pak Jun kenal pemilik homestay di Derawan dan kebetulan sedang banyak kamar yang kosong.Rencana menginap di pulau Derawan ini karena kita akan berenang dengan Hiu Paus.
......
Yes,Hiu Paus aka f....n Whale Shark!!!
Untuk phobia air macam saya,ini jelas nightmare.Saya malah sempat menangis di pesawat dari Jakarta-Balikpapan,membayangkan bagaimana rasanya berada di dalam air bersama ikan sebesar bis itu.
But then...mengingat proses bagaimana kami bisa sampai disini,termasuk bajet yang di keluarkan,rasanya tanggung dan sayang sekali jika tidak sekalian nyemplung.
Saya sudah snorkeling,berenang dengan ubur-ubur,manta dan penyu besar-besar,rasanya itu cukup membuat saya (sedikit) percaya diri.
Sejak pagi angin besar di sekitar Maratua.Ombak tinggi dan kami harus menunggu sampai laut sedikit tenang.Menjelang tengah hari,kami baru bisa naik boat menuju Derawan melalui dermaga kampung Tanjung Harapan agar lebih hemat waktu buat Pak Suhadi mengantar kami.
Baru beberapa meter meninggalkan dermaga,boat kami sudah terjungkal-jungkal lagi,dan kali ini kami diantar dengan boat kecil,tapi tidak seperti biasanya,kali ini si Bapak lebih kalem menyetir jadi rasanya tidak seperti ketika di hari pertama kami tiba.But,we still have rough boat journey,anyway.Baru setelah setengah perjalanan,laut sedikit tenang.
It's amazing how fast the weather changing on the ocean...
Entah kenapa ada rasa berat dan senang bersamaan ketika meninggalkan Maratua.Seminggu nyaris tidak bertemu orang banyak rasanya agak aneh buat saya yang tinggal di Jakarta,tapi juga saya akan sangat rindu untuk kembali.
Setelah mendapat kamar di Reza Homestay,Pak Suhadi kembali ke Maratua.Tak lupa kami mengucapkan banyak terimakasih karena sudah mengantar-jemput kami.And honestly,we do really like him so much,because he is the coolest boatmen we ever know!!
Setelah meletakkan ransel di kamar,kami jalan-jalan ke kampung untuk mencari makan siang.Rasanya seperti kembali ke peradaban,karena kami bertemu banyak orang yang selalu tersenyum dan menyapa.Untuk soal ramah tamah,orang-orang di Derawan memang lebih lihai daripada penduduk di Maratua.Mungkin karena penduduk di kampung Derawan ini sudah terbiasa bertemu pengunjung pulau mereka.Homestay dimana-mana,dan banyak pilihan rumah makan,walaupun lagi-lagi saya tidak ketemu kepiting :(
Luas pulau Derawan mencapai 44,6 hectare,dengan pemukiman warga dan merupakan salah satu tujuan wisata andalan di Kalimantan Timur.Sejak 2005,Derawan dicalonkan menjadi situs warisan dunia UNESCO karena pesona alamnya.
Kami jalan-jalan setelah makan siang tapi sayangnya tidak sampai berkeliling seluruh pulau.Bonusnya,kami mampir ke warung cinderamata dan membeli kerajinan tangan gelang dan cincin dari cangkang penyu,dan beberapa kerajinan lain yang terbuat dari kayu-kayuan asli Kalimantan.
Setelah beres-beres,kami duduk-duduk saja di dermaga dan melihat penyu-penyu yang berenang sambil menunggu sunset.
It's amazing to be in this island and I'm very grateful...
Setelah malam turun,dan kami mengurus boat untuk besok hari,kami kembali jalan-jalan di kampung untuk makan malam.
Delicious foods and I hear dangdut everywhere,wonderful Derawan :)
Back to homestay,and get rest,tomorrow morning will be Big day for me...
......
Yes,Hiu Paus aka f....n Whale Shark!!!
Untuk phobia air macam saya,ini jelas nightmare.Saya malah sempat menangis di pesawat dari Jakarta-Balikpapan,membayangkan bagaimana rasanya berada di dalam air bersama ikan sebesar bis itu.
But then...mengingat proses bagaimana kami bisa sampai disini,termasuk bajet yang di keluarkan,rasanya tanggung dan sayang sekali jika tidak sekalian nyemplung.
Saya sudah snorkeling,berenang dengan ubur-ubur,manta dan penyu besar-besar,rasanya itu cukup membuat saya (sedikit) percaya diri.
Sejak pagi angin besar di sekitar Maratua.Ombak tinggi dan kami harus menunggu sampai laut sedikit tenang.Menjelang tengah hari,kami baru bisa naik boat menuju Derawan melalui dermaga kampung Tanjung Harapan agar lebih hemat waktu buat Pak Suhadi mengantar kami.
Baru beberapa meter meninggalkan dermaga,boat kami sudah terjungkal-jungkal lagi,dan kali ini kami diantar dengan boat kecil,tapi tidak seperti biasanya,kali ini si Bapak lebih kalem menyetir jadi rasanya tidak seperti ketika di hari pertama kami tiba.But,we still have rough boat journey,anyway.Baru setelah setengah perjalanan,laut sedikit tenang.
It's amazing how fast the weather changing on the ocean...
Entah kenapa ada rasa berat dan senang bersamaan ketika meninggalkan Maratua.Seminggu nyaris tidak bertemu orang banyak rasanya agak aneh buat saya yang tinggal di Jakarta,tapi juga saya akan sangat rindu untuk kembali.
Setelah mendapat kamar di Reza Homestay,Pak Suhadi kembali ke Maratua.Tak lupa kami mengucapkan banyak terimakasih karena sudah mengantar-jemput kami.And honestly,we do really like him so much,because he is the coolest boatmen we ever know!!
Setelah meletakkan ransel di kamar,kami jalan-jalan ke kampung untuk mencari makan siang.Rasanya seperti kembali ke peradaban,karena kami bertemu banyak orang yang selalu tersenyum dan menyapa.Untuk soal ramah tamah,orang-orang di Derawan memang lebih lihai daripada penduduk di Maratua.Mungkin karena penduduk di kampung Derawan ini sudah terbiasa bertemu pengunjung pulau mereka.Homestay dimana-mana,dan banyak pilihan rumah makan,walaupun lagi-lagi saya tidak ketemu kepiting :(
Luas pulau Derawan mencapai 44,6 hectare,dengan pemukiman warga dan merupakan salah satu tujuan wisata andalan di Kalimantan Timur.Sejak 2005,Derawan dicalonkan menjadi situs warisan dunia UNESCO karena pesona alamnya.
Kami jalan-jalan setelah makan siang tapi sayangnya tidak sampai berkeliling seluruh pulau.Bonusnya,kami mampir ke warung cinderamata dan membeli kerajinan tangan gelang dan cincin dari cangkang penyu,dan beberapa kerajinan lain yang terbuat dari kayu-kayuan asli Kalimantan.
Setelah beres-beres,kami duduk-duduk saja di dermaga dan melihat penyu-penyu yang berenang sambil menunggu sunset.
![]() |
![]() |
| Reza Homestay |
![]() |
| Rumah-rumah di kampung Derawan |
![]() |
| Gelang cangkang penyu |
It's amazing to be in this island and I'm very grateful...
Setelah malam turun,dan kami mengurus boat untuk besok hari,kami kembali jalan-jalan di kampung untuk makan malam.
Delicious foods and I hear dangdut everywhere,wonderful Derawan :)
Back to homestay,and get rest,tomorrow morning will be Big day for me...










Komentar
Posting Komentar