Memburu sepi ke Maratua

Entah kenapa nama Maratua terdengar sangat magical di telinga saya.Mungkin saja karena ada kata "Tua" di dalamnya,like something you have to treat it with respect.Empat tahun lalu,ketika tanpa sengaja saya melihat postingan seorang blogger tentang Maratua,feeling saya langsung klik dengan nama pulau ini.Ketika browsing,saya menemukan foto-foto lautan berwarna turquoise,stingless jellyfish,penyu hijau yang berenang bebas  dan ikan warna-warni.Gambar-gambar yang langsung bikin otak saya keracunan dan ngiler.
Setelah beberapa kali gagal,akhirnya tahun ini saya berhasil "malak" untuk pergi kesana,tentu saja setelah perdebatan panjang tentang mau naik pesawat apa,nginap dimana dan disana mau ngapain saja.Dan setelah tarik ulur otot dan saya mencak-mencak karena si Akang kadang suka lemot loading otaknya jadi harus saya terangkan berkali-kali Maratua itu makanan apa eh...tempat apa.Anehnya setelah saya jelaskan kalau disana ada hutan belantara,kesana harus nyubuh,berjam-jam naik mobil terus naik boat dan mungkin boat-nya bakal terbalik karena ombak yang besar,dia malah langsung semangat untuk pergi.Setelah browsing sendiri dia memilih guesshouse di tengah hutan daripada Maratua Paradise Resort yang kesohor itu.Alasannya,di tempat seperti itu,dia bebas ber-anti sosial,hening,dan bebas polusi.

Bangun dini hari,kami harus mengejar pesawat jam lima pagi ke Balikpapan kemudian ke Berau,karena harus tiba di dermaga Tanjung Batu tengah hari.Sambil menahan ngantuk,kami mengantri di konter check-in yang panjangnya mirip ular naga gandengan.Panjang bener beuh!
Dan seperti biasa,jika kurang tidur cranky saya langsung kumat.Berkali-kali saya mengomeli hal-hal nggak penting dan si Kang partner yang cuma cengengesan saja.Saya hampir saja menyemprot ibu-ibu rombongan umroh yang nggak sabar waktu mau mengambil tasnya di bagian pemeriksaan.Sudah tahu saya masih sedang menyampirkan ransel ke pundak dan tas slempang saya masih dalam baki,si ibu ini sudah melipir dan ribut "misi dong misi!!"
Yaelah Bu...kita semua juga mau naik pesawat,kalau kepepet waktu kenapa nggak datang lebih awal saja (kalau enggak dari kemarin sekalian).Berhubung saya pikir si ibu ini barangkali excited banget mau ke Mekkah,akhirnya saya nggak jadi nyolot,cuma saya pelototi saja sih (maap lahir bathin Buk hehehee...)

Pesawat pagi sekalipun,jika naik Lion Air jangan harap nggak bakal delay ya,kemarin itu telat sepuluh menit karena urusan administrasi yang belum lengkap.Hellowww...sudah tahu mau terbang kenapa yang begituan nggak di beresin duluuu???Ngantuk juga ya kayak sayaaaa??Sepuluh menit juga tetap judulnya delayyyy!!!
Ahh sudahlah...
Ketika akhirnya pesawat bertolak ke Balikpapan dengan waktu 1 jam 50 menit,saya bisa tidur lagi sebentar,tapi sialnya pas pesawat sudah landing mata saya susah sekali buat melek,dan makin menjengkelkan karena harus ganti pesawat untuk ke Berau dengan waktu transit yang pendek (sekitar 15 menit),jadilah kita harus lari-lari ke lantai 3 untuk pelaporan transit lalu turun lagi ke lantai 1 buat menuju pesawat yang sudang boarding,dua kali nama kami di panggil,plus seorang bapak yang nggak bisa lari,tambah apes pas mencoba lari sandalnya ketinggalan haduhh :D

Penerbangan Balikpapan-Berau selama 1 jam 20 menit dengan Wings Air,untuk kali pertama saya naik pesawat berkapasitas penumpang 80-100 orang,dengan dua pramugari yang berseragam terusan merah dengan stoking hitam (kok jadi kayak mau natalan ya?eh..)Satu jam lima belas menit,pesawat mendarat di bandara Kalimarau,Berau yang cukup besar dengan empat maskapai yang pulang pergi,Lion Air,Kalstar,Wings Air dan Garuda.
Setelah mengambil ransel,kami segera keluar dari bandara dan celingukan mencari supir yang menjemput,tapi tak satupun bapak-bapak yang berdiri di line penjemputan memanggil nama kami.Malah seekor kupu-kupu besar yang menyambut dan hinggap di kaki saya (kata orang tua di hinggapi kupu-kupu adalah pertanda baik).Saya yang masih terkantuk-kantuk mencoba menghubungi pihak guesshouse,dan berkali-kali tidak tersambung.Lalu saya mulai ngomel-ngomel karena tidak ada tanda-tanda bakal dijemput sampai semua penumpang yang satu pesawat dengan kami mulai pergi satu persatu.Seorang mas-mas menghampiri kami sambil membawa tulisan "Maratua Paradise Resort" dan bertanya kami akan kemana.
Ketika saya bilang kita akan ke Maratua juga tapi tidak ke resort,si masnya kebingungan karena disitu tinggal kami berdua saja.Saya hampir memutuskan untuk naik taksi bandara ketika akhirnya seorang bapak menghampiri dan bertanya,"Ibu mau ke Maratua guesshouse?"
Saya mengangguk sewot.
Si bapak tiba-tiba menepuk jidatnya sendiri,"Waduhh,berarti kawan saya salah bawa orang ini!"
Saya langsung melotot,"Maksudnya?"
"Tadi kawan saya bawa orang china tiga,ke Maratua juga ."
Hahh?!!
Setelah telpan-telpon si bapak kemudian menanyai si mas yang masih mondar-mandir kebingungan mencari jemputannya.Dan ternyata,supir yang seharusnya menjemput kami malah membawa tamu yang seharusnya di jemput si  mas bingung itu.Alamak!!
Akhirnya kami naik mobil si mas bingung untuk mengejar supir kami,yang ternyata tidak paham betul tempat yang di maksud.Sempat mutar-muter dan tanya sana sini sampai akhirnya kami ketemu dan bertukar mobil.Begitu ketemu saya langsung ngoceh,"Abang ini gimana??Salah bawa anak orang!!"
Si Bang Yul,supir yang menjemput kami malah ngakak-ngakak.
Jalan dari Berau ke dermaga Tanjung Batu cukup mulus dengan waktu tempuh dua jam setengah,dan kami harus sudah sampai disana sebelum air laut mulai pasang.Sempat berhenti sebentar di warung makan untuk istirahat di tengah perjalanan.Untungnya Bang Yul menyetir macam orang kesurupan dan sampailah kami tepat waktu di dermaga,lalu menyambung dengan speed boat selama satu jam setengah atau lebih menuju Maratua,tergantung cuaca.

Gelombang di tengah laut sedang besar rupanya,dan boat kami seperti terjungkal-jungkal di atas air.Rasanya seperti naik roller coaster,but imagine you sit on it for hours...huahhh,anehnya saya malah ketawa-tawa.Antara senang dan ngeri boat terbalik,dan "hebatnya" saya tidak mabuk laut.Jika di daratan,naik mobil terus masuk lubang berkali-kali,saya pasti sudah misuh-misuh,mengumpati para penghuni kebun binatang.Perdua sampai tiga detik boat kami ngetril lalu berdebum disusul suara "gedebug grek grekk" dari badan kapal yang sebagian terbuat dari triplek dan teriakan si Akang,memanggil manggil " Samudera...samuderaaaa...!!!"Entah kenapa dia suka sekali dengan kata satu ini,but I found it annoying sometimes,especially at this time :p

Ini pengalaman pertama saya,berada di tengah lautan yang serba abu-abu tanpa garis batas dengan langit gelap mendung,rasanya...seperti cuma ada saya yang sewaktu-waktu kelelep karena ombak besar dan Pak Suhadi,our boatmen ngebut sengebut-ngebutnya,he just drive like hell!!
Berkali-kali saya baca Alfatihah dalam hati,sambil celingukan mencari-cari dimana pelampung yang ternyata mojok di bawah kursi,dan beruntungnya-setelah hampir dua jam menahan kaku di perut dan tenggorokan kering karena setiap kali mencoba minum dari botol,yang ada malah tumpah-tumpah di muka saya-begitu kaki kami menginjak jembatan guesshouse,hujan baru turun (lagi) karena kata Pak Jun,pemilik guesshouse,seharian Maratua hujan deras.

Pantai Maratua
Feel so amazing to surrender in a place that you miss for long time...
Kebetulan low season,tamu di guesshouse tak begitu banyak,dan berasa sekali sunyinya.At night,you could just hear your own brieth,dan buat yang suka nyepi,it's just perfect place.

My room in Maratua Guesshouse

Comfortable bed
 
 Kebetulan dapat kamar paling ujung bersebelahan langsung dengan hutan,dengan ocean view.Maratua Guesshouse punya lima kamar yang menghadap laut dan sepuluh kamar denga jungle view.Sebagian besar bangunannya dari kayu ulin atau iron wood yang anti rayap dan tahan air dengan konsep living with nature (US$ 90/night).Ini juga kali pertama saya menginap di guesshouse yang benar-benar di tengah hutan.


View from Maratua Guesshouse jetty
 
Maratua memang mempesona,hanya beberapa menit ketika kami duduk di depan kamar dan menghadap laut,sudah terasa sekali "magis"nya.Pulau ini berada di atas hidung Kalimantan,as you know,magic is very strong in this land.Kami hampir tidak mendengar suara manusia sama sekali,suara mesin generator sayup-sayup terdengar atau sesekali suara motor yang melintas di jalan belakang kamar kami,menjadi tanda kami masih "terhubung" dengan manusia lain.Really peaceful.

Setelah hujan reda,kami sempatkan untuk jalan-jalan sebentar di sekitaran guesshouse dan melihat lihat kamar-kamar dengan jungle view,kebetulan ada beberapa tamu expat yang menginap disana juga.
Di sini,rasanya benar-benar berada dalam hutan belantara,nyaris kedap suara dan yang ada cuma suara-suara jangkrik dan burung- burung hutan.


Lake behind the guesshouse

Room with jungle view


Setelang mengelilingi guesshouse,dan waktu makan malam masih agak lama sementara dapur masih tutup dan mas-masnya masih istirahat,akhirnya kami buka bekal kami dari Jakarta yang untung sekali kami bawa banyak,karena menurut info kawan-kawan,di pulau ini makanan agak susah dan jarang sekali warung makan.

Our lunch box
It is lil fancy for jungle food,right?Biscuit,smoke oyster,yellow cherry tomatoes and jalapeno,but this our favorite snack!
Anyway,wait until I post about food in this guesshouse,it's the best food in the island.
Masakan Pak Jun memang juara!!


Just me,not Janis Japlin hahhaaa

And this is our dinner...

Chicken Curry

Grilled Tengiri Fillet

Dua-duanya enak,kari ayamnya pakai bumbu kari yang di beli Pak Jun langsung dari Malaysia.We do really love both...makan enak di pulau yang sepi dan di temani banyak laron (karena habis hujan)dengan background suara ombak dan tetangga-tetangga bule yang sedang ngobrol di meja sebelah rasanya kayak dimanaaaa gitu...
Setelah kenyang,dan badan capek seharian perjalanan akhirnya saya nggak tahan lagi,ngantuk berat!!So,bersambung dulu yaaa....





 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BERBAIK HATILAH PADA DIRI SENDIRI

Kesasar di Museum Louvre

MALINDO AIR