I Heal Myself in Maratua

Pernah dengar Aquaphobia?
Iya,rasa takut pada air.Rasa ketakutan yang tidak wajar pada penderita aquaphobia menyebabkan penderitanya menghindari berenang karena takut tenggelam.
Dan saya adalah salah satunya.Sialnya lagi,saya baru menyadari ketika sudah usia remaja,pada masa-masa dulu lagi senang-senangnya kelayapan ramai-ramai sama teman.

Awalnya saya tidak menyadari kalau saya adalah aquapobhia,karena waktu anak-anak,saya biasa main di sungai,di gerojokan sawah,air terjun atau danau.Saya merasa aman-aman saja karena pada waktu itu saya cuma main di pinggiran saja,atau kalau di danau paling naik perahu bebek diatasnya.Saya baru merasa gelisah ketika untuk pertama kalinya naik kapal besar,perjalan seminggu dari Surabaya ke Sulawesi,pun sebaliknya.Rasa takut tenggelam muncul dalam pikiran bawah sadar saya jika melihat air yang sangat banyak.
Pertama kali main-main di pantai,saya tidak begitu kuatir karena cuma "kecipikan" di pinggirannya,dan dengan alasan "takut tambah hitam" saya menghindari main di pantai.Saya lebih memilih main ke gunung atau hutan yang rimbun dan jarang bertemu dengan banyak air dengan skala besar.Ketika saya sedang gila-gilanya mbolang dari Ujung Kulon sampai Madura saat masih sekolah,setiap kali bertemu laut,saya cuma nangkring di jukung sementara teman-teman lain pada berenang.Kadang-kadang mereka iseng menarik-narik saya untuk nyebur,tapi biasanya saya akan teriak-teriak dan klimaksnya mencubit atau mencakar mereka agar tak lagi menyeret saya masuk ke dalam air.
Beberapa kali ke Bali,saya tak pernah berenang di laut,pernah diving tapi pake' kapal selam hehehee...
Tiga kali ke Pulau Belitung,saya tak pernah ikutan snorkeling.Imajinasi saya adalah,di bawah laut itu,seindah-indahnya tetap saja gelap dan menakutkan.Jika tiba-tiba ada hiu atau binatang laut lain yang galak dan makan manusia,pastilah saya nggak bisa kabur.Jangankan kabur,berenang saja nggak bisa!! #DOH
Bedakan kalau di darat,ketika merasa terancam dan harus menyelamatkan diri,saya bisa lari sekencang-kencangnya karena saya jago melarikan diri (dari kenyataan) dan dulu pas SD saya juara balap karung (apa hubungannya coba?)

Kembali ke Aquaphobia...
Ada banyak cara dimana phobia ini mempengaruhi seseorang.Salah satu yang paling umum adalah ketika seseorang merasa takut masuk ke dalam air seperti kolam renang,laut dan bahkan bak mandi.Mereka menghindari bepergian dengan perahu dan kapal karena aquaphobia akan memberikan sinyal kegelisahan.Terkena siraman air yang tiba-tiba juga bisa membuat si penderita menjadi histeris (saya pernah mengalami ini).
Penyebab dari Aquaphobia ini tidak di temukan secara spesifik.Bisa jadi karena memori masa kecil dengan air,atau rasa takut tenggelam dapat menyebabkan phobia air dan kurangnya rasa percaya diri karena tidak bisa berenang.Seseorang yang pernah kehilangan segalanya sewaktu terkena banjir bandang juga bisa menjadi penyebab phobia air dalam pikiran seseorang.
Saya adalah salah satu penderita aquaphobia yang takut ikan pemangsa atau predator dalam air.
Sementara itu belum bisa dipastikan apa sebenarnya yang menjadi pemicu aquaphobia dalam pikiran seseorang.
Seseorang yang pernah di gigit anjing rabies juga dapat mengembangkan phobia air (yang ini saya belum pernah,dan amit-amit jangan sampe' pokoknya,karena vaksin rabies saya baru sekali!).Virus rabies mempengaruhi system saraf dan kelenjar ludah dari manusia atau hewan yang terinfeksi.Hal ini menyebabkan pembengkakan jaringan yang membuat sangat sulit untuk minum air.Rasa nyeri ini benar-benar menyebabkan seseorang atau hewan menghindari minum air.Ketidakmampuan untuk memuaskan rasa harus karena kesulitan dalam menelan ini dapat membuat stress.

Beberapa orang dapat mengembangkan semacam phobia air karena mereka pernah bermimpi tenggelam saat tidur (saya juga pernah mengalami beberapa kali).Mereka bangun dan terengah-engah dan berkeringat.Beberapa gejala aquaphobia termasuk sesak nafas,keringat berlebihan,mulut kering,tubuh gemetaran karena takut,denyut jantung meningkat,syok,dan perilaku kecemasan seperti berteriak dan melempari sekitarnya.

Bulan November tahun lalu,dalam trip saya ke Lombok,saya hanya snorkeling sebentar di Gili Nanggu dengan memakai life jacket.Saya menolak mengenakan kaki katak karena merasa tidak nyaman.Ketika akhirnya saya sampai ke Maratua,satu yang saya pikirkan adalah saya harus berani snorkeling.Karena pada akhirnya,cepat atau lambat saya harus berproses untuk mengatasi rasa takut dan memperbaiki psikologis saya sendiri.Jika tempat yang sudah-sudah tidak berhasil mengurangi phobia saya,kali ini saya bertekad untuk "menyembuhkan diri".
Because I'm not gonna miss this...

Hari pertama snorkeling saya mencoba di laut terdekat dengan guesshouse.Tanpa  life jacket dan coba-coba pakai kaki katak.Percobaan kali ini tak begitu berhasil,karena saya sudah jengkel sendiri.Pertama,karena air surut,saya harus jalan di atas karang-karang yang tajam dan kaki saya lecet-lecet,beberapa kali jatuh dan dua telapak tangan saya tergores karang.Setelah susah payah akhirnya sampai juga ke dekat palung dan saya mencoba untuk snorkel pelan-pelan.Kali ini gagal lagi karena saya ketakutan melihat palung yang gelap di bawah sana.Laut Maratua di kelilingi cincin palung,hal ini yang menyebabkan warna air lautnya menjadi sangat kontras,hijau toska dan biru.
Tidak sampai satu menit,saya mentas ke pantai.

Hari selanjutnya,entah karena terlalu excited,saya berani nyebur ke Danau Kakaban karena penasaran dengan ubur-ubur yang tidak menyengatnya.Walaupun sempat ragu-ragu karena melihat danau yang luas dan warnanya biru gelap,saya kembali memaksa diri sendiri untuk nyebur.Saya masih ingat rasanya di detik-detik pertama saya menahan nafas,perasaan ngeri,dan tubuh kaku karena berada di dalam air.

But,then...






Who's afraid of the big bad wolf....lalalalaa....
Menikmati berenang bersama ubur-ubur ini bukan berarti rasa takut saya hilang,saya masih sering tiba-tiba naik ke permukaan dan karena belum mahir mengenakan masker,saya sering lupa bernafas dengan hidung dan akhirnya panik,lalu keselek-selek dan air masuk semua dari mulut,kenyang-kenyang deh sampai kembung hahhaa...
Tiap kali masuk lagi dalam air,saya tetap kepikiran mungkin ubur-ubur ini tiba-tiba saja jadi kumat mnyengatnya (bias jadi kan?) tapi sebisa mungkin saya mengalihkan pikiran saya menjadi takut kehilangan moment langka seperti ini,yang mungkin tak akan pernah saya temui lagi.So,I just keep swiming...swimming...swimming...

Ubur-ubur yang tidak menyengat ini hanya ada di Kakaban,Togean Sulawesi tengah and Misool Raja Ampat.Dan,karena Tuhan mengijinkan saya untuk berada di sini,kenapa tidak Dia akan memberikan saya kesempatan lagi untuk pergi ke dua tempat yang lainnya?? (please..please...)

Aminnnnn...

So better I say goodbye to my phobia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BERBAIK HATILAH PADA DIRI SENDIRI

Kesasar di Museum Louvre

MALINDO AIR