Hiu Paus dan Tuhan

Jobs fill your pocket...adventoures fill your soul...

Kepala saya rasanya seperti habis di pentungin pas harus bangun subuh-subuh-tetangga kamar sebelah berisiknya minta ampun semalaman-dan saya mungkin baru bisa tidur sekitar dua jam-an,and hell...saya harus langsung ganti swimsuit dan ngeboat ke tengah laut saat pagi masih buta.

Sepanjang menuju bagan (tempat menangkap ikan) saya kerubutan handuk karena kedinginan.
Pak Jon,pemilik homestay mengantar kami langsung untuk berenang dengan Hiu Paus.

Bagan pertama...tidak ada,bagan kedua gelap gulita,dan baru bagan ketika kami berhenti.
Pak Jon tiba-tiba menunjuk ke bawah boat,"Itu whale shark-nya,Mbak,"
Lalu dia melompat ke bagan dan meninggalkan kami berdua yang terbengong-bengong melihat kebawah boat.
What I see?

Something...moving and big as car with polkadot skin.

Karena masih gelap,kami tidak begitu jelas melihat penampakan si hiu paus ini,tapi yang jelas..saya ketakutan melihat ikan sebesar itu 😨😨😨😨

Kami masih terbengong-bengong di atas boat ketika Pak Jon kembali berteriak menyuruh kami nyemplung dan dia mulai menumpahkan ikan-ikan kecil untuk umpan si hiu paus.Saya sempat ragu untuk turun ke air alias jiper duluan.Tapi rasa penasaran juga malah makin memuncak.

Turun sekarang atau penasaran selamanya??

Akhirnya saya kenakan lifejacket dan fin,lalu sambil baca-bacaan,nyebur nyusul si Akang yang sudah duluan.

It's dark there...I'm under water,and I see no one...shit!!

Saya sempat mau mentas ketika melihat bayangan totol-totol,semakin jelas...jelas...dan itu ikan sepanjang kurang lebih 8 meter berenang hanya dua meter di depan saya.

Saya berhenti bernafas...

Tubuh saya kaku,mendadak kram,dan nggak bisa mikir apa-apa,kecuali satu...Tuhan!

God kidding me with this whale shark,as reminder how our relationship always up and down.Perfect!!

Saya istighfar berkali-kali ketika akhirnya si hiu paus ini berenang menjauh,dan saya nangis sendiri.Untungnya karena saya sedang di dalam air,nggak ada yang tahu kalau saya sedang mewek hiks hiks...




Ketiga kalinya si hiu paus berenang mendekat,saya sempat kena "tampar" ekornya




One of my best moment to swim with this gigantic fish,I was scared,happy,and fall in love in the same time.Unforgettable moment...

Nggak focus nggak papa :P
Hiu Paus ini sebenarnya adalah ikan hiu,dan karena ukurannya yang besar maka di panggilah dia dengan Hiu Paus.Mereka makan plankton,ikan dan udang (manusia tidak ada dalam list menu mereka) jadi lama-lama saya berani berenang mendekat walaupun sebentar-sebentar saja.Untungnya lagi,cuma ada satu ekor,coba kalau dia bawa ganknya??Saya pasti nggak bakal berani turun 😐😐😰🙈

Walaupun besar,hiu paus ini anak manja juga ternyata,buktinya dia suka di suapin sama si Bapak-Bapak bagan itu,dan setelah setengah jam rasanya kepingin banget untuk megang,tapi mending tidak deh,kalau tiba-tiba desse nggak suka yang ada eike di makan booo..!!

Respect,then the nature will be kind to us...

Pagi semakin terang dan pengunjung lain mulai berdatangan.Sempat ada kejadian lucu ketika serombongan mas-mas baru nyemplung,mereka langsung panik dan teriak-teriak lalu berebut naik lagi ke boat karena si hiu paus berenang di bawah mereka hahaaa...

Time up for me,karena harus gantian dengan yang lain,kami pulang kembali ke homestay dan siap-siap ke dermaga Tanjung Batu lalu ke Berau dan mengejar pesawat pulang ke Jakarta.

After the whole journey,I feel being somebody new...Adventour is the only thing you buy that makes you rich 😍😍





Komentar

Postingan populer dari blog ini

BERBAIK HATILAH PADA DIRI SENDIRI

Kesasar di Museum Louvre

MALINDO AIR