Magical to Meet a Majestic
I'm still talking about my trip to Maratua,because I still can not move on from those place.Hikss...
Setelah pengalaman ngeri-ngeri indah berenang dengan ubur-ubur di tengah danau yang luasnya setengah pulau itu sendiri,and I thought,it was my Hi-Lite,dari sekian pengalaman terbaik dalam hidup saya.
Kenalan di guesshouse nanya,"Why those jellyfish didn't sting?"Jadi gini ya,Kids...
(Saya manggil mereka anak-anak karena umurnya jauh lebih muda dari saya,tapi pada bongsor-bongsor badannya.Maklum,gizi mereka kan 8 sehat 10 sempurna)
Kenapa ubur-ubur ini tidak menyengat,karena...(posisi saya menerangkan persis ibu guru lagi ngajarin muridnya,kebetulan saya lagi duduk di kursi dan mereka pada selonjoran di lantai kayu hihihi)... danau Kakaban itu tidak terpapar arus lautan,jadi melalui proses air yang terperangkap,hewan-hewan tersebut berevolusi,dan karena tidak adanya predator yang memangsa mereka,kemudian kemampuan menyengat mereka jadi berkurang atau malah menghilang sama sekali.Nenek moyang mereka dulu juga sama menyengatnya seperti pada umumnya ubur-ubur.
Mereka manggut-manggut,lalu saya lanjutkan...
Danau Kakaban adalah ekosistem yang unik karena memiliki empat jenis ubur-ubur yang berbeda,ubur-ubur bulan,ubur-ubur totol,ubur-ubur kotak,dan ubur-ubur terbalik.Ubur-ubur terbalik ini yang paling unik karena berada di dasar danau dengan tentakel menghadap ke atas,sedangkan ubur-ubur biasanya berada di atas dengan tentakel menghadap ke bawah.
Sekian penjelasan saya,makan malam saya datang soalnya...
Jadi setelah berenang di danau,kemudian Pak Suhadi bilang,snokerling di sekitar kakaban juga bagus.Ini tantangan kedua saya.
OK,siapa takut!!
Kata saya sambil langsung nunjuk life jacket.Demi keselamatan umat manusia soalnya,karena saya sudah kembung pas snorkeling di danau.
Terumbu karang dan ikan-ikan di sekitar Kakaban cantik-cantik,saya jadi ingat Sea Aquarium di Singapore.Lumayan bikin saya betah dan berani snorkeling di sekitar palung,walaupun kadang masih melipir lagi ke pinggiran,atau narik-narik kaos si Akang :D
Setengah jam kami mentas,lalu nge-boat lagi ke Pulau Sangalaki.Guess what?Kita bakal "berburu" Manta.Ikan yang berukuran paling besar dalam keluarga Myliobatidae dari 40 jenis spesies pari yang berbeda.Keluarga Manta ini juga di sebut "Eagle Ray" atau Pari Elang karena mereka tidak hidup di dasar air dan berenang bebas,selain itu,Manta berukuran besar juga suka bermigrasi.Dalam bahasa Spanyol,Manta berarti "selimut" dan memiliki ekor yang tidak bergerigi seperti jenis "Sting Ray".
Ada beberapa spot yang kami kelilingi disini.Pak Suhadi yang biasa mengantar tamu untuk trip ini sudah langsung tahu kemana kira-kira si Manta--Manta ini pada hang out (baca:berenang).
And,yes...there they are!! Ada sirip-sirip yang nongol di permukaan air dan beberapa di dekat boat kami.Pak Suhadi langsung nunjuk-nunjuk,"Itu Mbak,Mantanya!!"
Si Akang tanpa aba-aba langsung nyebur,haduhh...!!
"Oke,Pak??" Tanya Pak Suhadi.
Si Akang cuma ngasih jempol dan langsung ngilang di air.Tinggal saya bengong,mau nyebur apa enggak.
"Mbak bisa berenang?" Tanya si Bapak.
"Enggak!"
"Saya bantu ya." Katanya sambil ngasih fin.
Duh...saya sempat ragu-ragu begitu lihat air lautan,di kepala sudah kebayang pasti...ahh sudahlah,saya pakai fin dengan buru-buru lalu nyebur saja,toh pakai life jacket.Pak Suhadi nyebur setelah saya sambil megangin tambang biar boat nggak kemana-mana.
Begitu nyebur,masker saya bermasalah,air masuk kemulut dan mata perih banget karena bercampur sunblock,Motherf....r!!!
Pas lagi sibuk benerin masker,saya melihat sirip-sirip Manta di depan saya selebar-lebar tampah,dan saya langsung panik dan hampir minta naik boat lagi.
"Mbak lihatnya dari dalam air,"kata Pak Suhadi.
Saya pasang masker lagi,penasaran campur takut jadi satu,sambil menahan mata yang perih dan melihat ke bawah air,and Holy God!!This is what I see...
They're so cute when they get closer...
Saya sampai terbengong-bengong melihat mereka yang berenang seliweran di dekat saya,sekalipun salah satu dari mereka tampak "mangap-mangap" insting saya bilang dia nggak bakalan nggigit dan makanan mereka adalah plankton dan kayaknya nggak punya gigi,jadi saya tidak menarik selera makan mereka :P
Ukuran mereka sekitar satu meter,termasuk kecil jika di banding Manta terbesar yang pernah di temukan dengan panjang siripnya 9,1 meter dan berbobot 3 ton.But still,this is priceless moment for me (mengingat saya yang phobia air).Pak Suhadi sempat nyolek salah satu dari mereka,dan si Manta langsung "genit" sambil ngacir pergi haha...
Setelah Manta-Manta ini menjauh,kami kembali naik boat dan pulang ke Maratua,but in this day,we seem so lucky,pas di dekat Maratua kami ketemu Manta lagi.Ukuran mereka lebih kecil dan berenang cepat seperti sedang kejar-kejaran,dan lucunya mereka berenang mengelilingi boat kami.Salah satu dari mereka "melambai" sebelum berenang menjauh.
Kata Pak Suhadi "Seumur-umur saya antar tamu baru kali ini lihat Manta di spot ini."
Di moment seperti ini,susah untuk bilang saya tidak terharu,karena dari hari pertama sampai ke Maratua,cuaca sedang tidak bagus,dan ajaibnya,setiap kali kami akan "turun" sepertinya laut memberi sambutan,dan sekalipun hari ini cerah,matahari selalu di balik awan jadi saya nggak gosong-gosong amat :)
Pas istirahat,Pak Suhadi nyeletuk,"Kalau kita kesini benar-benar ingin "melihat",cuaca bisa baik hati kok,Mbak."
I think that's true...when we respect,nature will kind to us...
Pas di boat menuju Sangalaki,saya sempat nangis diam-diam melihat laut yang luas dan seperti tanpa ujung,it's feels...when you face the ocean,you just nothing...
(Even when I'm writing this ,I start to cry again)
"Tapi saya belum ketemu dolphin,Pak." Kata saya.
"Oh,Mbak sudah bbm belum?Mungkin mereka sedang arisan," jawab si Bapak dengan kalem
.......that's FUNYY!!!!







Komentar
Posting Komentar