Off to the Jungle

Last day!!
Kalau lagi ngetrip,nggak afdol kalau nggak blusukan,apalagi ini Kalimantan yang hutannya masih asli dan lebat banget.Hutan-hutan di Maratua termasuk yang sudah terekspos,dan di klaim menjadi milik pribadi.Pas jalan,banyak sekali saya lihat plang-plang dengan tulisan nama pemilik hutan,termasuk corat-coret di jalanan,di atas aspal.Tadinya saya pikir itu ulah anak-anak ABG yang mau eksis dimana-mana,macam anak-anak di Jakarta :p

Setelah jalan sebentar di Payung-Payung dan melihat penyu yang segede-gede tampah di bawah jembatan,kami mencoba jalan tembus dari kampung yang ternyata menuju Teluk Pea.Di teluk ini memiliki jembatan yang di bawahnya banyak lamun dan mangrove di pinggir daratannya.
Dari jembatan ini,kami terus mengkuti jalan yang akhirnya tembus lagi ke jalan raya.Di pertengahan antara Payung-Payung dan jalan ke airport,kami berhenti di sebuah belokan yang tanah dipinggirnya baru saja diratakan,lalu terhubung jalan yang melingkar dan menurun.Penasaran,kita menyusuri jalan sampai akhirnya ketemu dengan danau,yang kata saya sih agak serem dan sepi.Di atasnya di pasang dek yang sudah miring dan tampak tak terurus,saya langsung kepikir buaya-buaya pasti senang tinggal di sini.hii....ngacir lah kita,naik lagi ke jalan raya.

Maksud hati sih,ingin mencari Goa Haji Mangku,tapi ternyata berkali-kali kami nyasar dan ketemu lagi jalan raya.Sempat dilihatin Bapak-Bapak yang lagi nebang pohon,pikir mereka pasti kita lagi ngukur jalan karena bolak balik terus 😂😂

Akhirnya kami balik lagi ke kampung Payung-Payung dan membeli air mineral,sekalian bertanya pada mas-mas penjualnya dimana letak Gua Haji Mangku,yang katanya tak jauh tapi jalanan masih belum di aspal,dan dengan mengendari motor di jamin lama karena permukaan jalan terjal.

"Tadi saya ketemu danau Mas,dekat sini." Kata saya.
"Ohhh...itu pasti danau Haji Buang,Mbak."

Ohhh....saya baru nyadar malahan.

"Dari sini,mbak naik lagi ke jalan raya,lalu ada belokan yang....(saya lupa) ikuti saja terus jalan itu pasti ketemu Goa Haji Mangku."

Okehhh...si Akang yang nyetir,jadi saya nggak perlu pusing mikirin nanti belok kemananya hahhaaa

Kami kembali lagi ke jalan raya,dan membelok ke jalan yang baru di rapikan dengan pecahan batu-batu karang,lumayan terjal dan susah untuk di leawati.Jadilah saya turun dan si Akang ngetril-ngetril sendiri,Tapi ehh...kita ketemu anak-anak ABG yang naik motor,dengan santainya melewati kami.Syaull!!😨
Mungkin karena mereka sudah terbiasa jadi nggak serepot kami melewati jalanan ini.





Jalan raya di Maratua





Kita sempat mau "nyolong" truk ini karena nggak ada orangnya :D
Entah sudah berapa kilometer kami masuk ke dalam hutan,tapi goa Haji Mangkunya nggak kelihatan juga.Kami sempat ketemu jalanan kayu dan truk yang pintunya terbuka,dan nggak ada orangnya.Sempat kepikir buat "minjem" buat lanjut ke Goa,tapi ntar kita disangka maling dong yaa :D

Jembatan Pea

Danau Haji Buang,katanya ada ubur-ubur juga disini tapi sudah sangat sedikit sekarang

Akhirnya setelah berhenti sebentar dan istirahat sambil mikir,kami memutuskan untuk balik saja ke guesshouse,entah berapa kilometer lagi kita sampai ke goa dan langit mulai mendung.Dan benar saja,pas di jalan pulang kami basah kuyub kehujanan.
😣😣😣

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BERBAIK HATILAH PADA DIRI SENDIRI

Kesasar di Museum Louvre

MALINDO AIR