Hargai Hidupmu (Catatan Perjalanan)
Ini kali ke dua saya mengunjungi Foshan City.Pertama kali kesini,kesan saya Foshan adalah "boring city" dan karenanya saya lebih suka menghabiskan waktu di hotel saja,coba-coba alat gym yang lumayan banyak,spa,dan semua restaurant yang mereka punya,walhasil saya banyak complain soal makanan mereka yang rasanya plain dari masakan china kebanyakan di Jakarta.Jika weekend,paling jalan-jalan ke Mal atau Lignan Tiandi yang banyak restauran dan disebrangnya ada "shaolin temple"nya IP Man.Kota ini terkenal sebagai "Martial Art" tempat dulunya mendiang Bruce Lee belajar kungfu.Selebihnya yang bisa dilihat ya itu...flat atau perkantoran dan pertokoan(selain museum).Setelah beberapa hari,rasanya sudah bosan karena tidak ada lagi yang bisa dilihat 😣
Sampai pagi ini,seusai sarapan saya putuskan untuk jalan-jalan walaupun mendung dan habis hujan.Sambil mengenakan jacket dan menenteng payung hitam (beneran payungnya hitam hehe..) saya jalan keliling area hotel.Berhubung masih pagi,tak banyak orang lalu lalang tapi parkiran dimana mana sudah penuh.
Saya mengamati beberapa orang yang kebetulan berpapasan,diantara mereka tampak sudah tua,berjalan cepat dan menenteng plastik makanan,atau anak-anak muda yang sibuk dengan ponsel mereka.
Saya terus saja menyusuri jalanan komplek sampai bertemu pasar yang tak terlalu besar tapi lumayan sibuk.Diseberangnya sedang di bangun pertokoan baru.Terdengar suara berisik dari mesin las atau benda keras yang di pukul-pukul.
Cuaca memang mendung dan gerimis mulai turun lagi,tapi rupanya tak menghentikan aktivitas di kota ini.Semuanya bergerak dengan bagian masing-masing.Pegawai toko baju yang sedang membuka toko,pegawai restoran yang sedang membereskan meja dan kursi sampai petugas kebersihan.
Saya merasa beruntung,karena mungkin saja cuma saya yang hari ini tidak perlu bekerja.Dan jikapun perlu,saya bisa menyeting waktunya semau-mau saya sendiri.Bebas sebebas-bebasnya tanpa tergantung pada orang lain.
Saya bersyukur ketika Tuhan masih memberi saya kesempatan berada di kota ini lagi,dan melihat kembali apa yang pernah saya lewatkan sebelumnya.
Saya terus berjalan sampai ke trotoar dengan pagar hidup yang bunganya sedang mekar.Bentuknya seperti "morning glory" atau kembang kangkung tapi jelas tak bisa di makan.Secara latin bunga ini bernama Rhododerhum yang entah apa sebutannya dalam bahasa china.
Melihat bunga ini saya merasa "tersentil",refleks teringat proses saya bisa berada di tempat ini yang tidak mudah.Pengajuan visa pertama yang di tolak karena salah foto,travel agen yang lalai,tiket hangus,sampai perjuangan mendapatkan visa urgent yang penuh drama.Belum lagi harga tiket kedua yang "gila-gilaan" dan berhubung saya harus segera berada di sini,jadilah saya gila betulan karena kebut-kebutan dengan harga tiket yang terus naik,sementara maskapai sedang tidak mood untuk diajak negosiai.
Saya berpikir,dalam cuaca buruk saja "kembang kangkung" ini bersedia untuk tetap berbunga dan terus mekar,selama akarnya masih mampu menyerap air.Terus bertumbuh adalah bentuk "penghargaan pada diri sendiri" dalam kondisi apapun.
Saya terbiasa menganggap keberuntungan yang saya dapat adalah pemberian yang "seharusnya" saya terima.Saya sering menyikapinya dengan "slengekan" dan kadang menyia-nyiakan kesempatan yang ada.Sampai akhirnya saya sadar,pasti ada orang lain yang sangat menginginkan keberuntungan-keberungtungan yang saya punya,tapi Tuhan tidak memberi kesempatan.
Saya merasa di ingatkan oleh si "kembang kangkung" ini untuk lebih menghargai apa yang saya punya,karena semua yang ada pada saya pasti punya masanya sendiri.Satu hari mungkin saya tak bisa lagi datang ke tempat ini,atau lain waktu saya tidak punya kesempatan jalan pelan-pelan sambil mengamati orang-orang yang sibuk bekerja seperti sekarang ini.
Never take anything as granted.
Selagi kita punya kesempatan,teruslah melihat,teruslah mendengar,teruslah belajar,karena hidup itu sendiri adalah proses belajar untuk menjadi manusia yang lebih baik.In fast forward,saya nyesel dulu kebanyakan "ngadem" di hotel tanpa sempat melihat-lihat sekeliling.Sebosan-bosannya tempat,pasti akan ada hal baru yang kita dapatkan saat kita melangkahkan kaki.
Cuaca memang mendung dan gerimis mulai turun lagi,tapi rupanya tak menghentikan aktivitas di kota ini.Semuanya bergerak dengan bagian masing-masing.Pegawai toko baju yang sedang membuka toko,pegawai restoran yang sedang membereskan meja dan kursi sampai petugas kebersihan.
Saya merasa beruntung,karena mungkin saja cuma saya yang hari ini tidak perlu bekerja.Dan jikapun perlu,saya bisa menyeting waktunya semau-mau saya sendiri.Bebas sebebas-bebasnya tanpa tergantung pada orang lain.
Saya bersyukur ketika Tuhan masih memberi saya kesempatan berada di kota ini lagi,dan melihat kembali apa yang pernah saya lewatkan sebelumnya.
Saya terus berjalan sampai ke trotoar dengan pagar hidup yang bunganya sedang mekar.Bentuknya seperti "morning glory" atau kembang kangkung tapi jelas tak bisa di makan.Secara latin bunga ini bernama Rhododerhum yang entah apa sebutannya dalam bahasa china.
Melihat bunga ini saya merasa "tersentil",refleks teringat proses saya bisa berada di tempat ini yang tidak mudah.Pengajuan visa pertama yang di tolak karena salah foto,travel agen yang lalai,tiket hangus,sampai perjuangan mendapatkan visa urgent yang penuh drama.Belum lagi harga tiket kedua yang "gila-gilaan" dan berhubung saya harus segera berada di sini,jadilah saya gila betulan karena kebut-kebutan dengan harga tiket yang terus naik,sementara maskapai sedang tidak mood untuk diajak negosiai.
Saya berpikir,dalam cuaca buruk saja "kembang kangkung" ini bersedia untuk tetap berbunga dan terus mekar,selama akarnya masih mampu menyerap air.Terus bertumbuh adalah bentuk "penghargaan pada diri sendiri" dalam kondisi apapun.
Saya terbiasa menganggap keberuntungan yang saya dapat adalah pemberian yang "seharusnya" saya terima.Saya sering menyikapinya dengan "slengekan" dan kadang menyia-nyiakan kesempatan yang ada.Sampai akhirnya saya sadar,pasti ada orang lain yang sangat menginginkan keberuntungan-keberungtungan yang saya punya,tapi Tuhan tidak memberi kesempatan.
Saya merasa di ingatkan oleh si "kembang kangkung" ini untuk lebih menghargai apa yang saya punya,karena semua yang ada pada saya pasti punya masanya sendiri.Satu hari mungkin saya tak bisa lagi datang ke tempat ini,atau lain waktu saya tidak punya kesempatan jalan pelan-pelan sambil mengamati orang-orang yang sibuk bekerja seperti sekarang ini.
Never take anything as granted.
Selagi kita punya kesempatan,teruslah melihat,teruslah mendengar,teruslah belajar,karena hidup itu sendiri adalah proses belajar untuk menjadi manusia yang lebih baik.In fast forward,saya nyesel dulu kebanyakan "ngadem" di hotel tanpa sempat melihat-lihat sekeliling.Sebosan-bosannya tempat,pasti akan ada hal baru yang kita dapatkan saat kita melangkahkan kaki.
![]() |
| Amazing Aqua Lounge Hilton |
Sampai ketemu di catatan selanjutnya,cheers 😊








Komentar
Posting Komentar