Drama Visa China




Saya termasuk orang yang tidak terbiasa marah ketika sesuatu yang buruk terjadi.Reaksi pertama saya biasanya cuma diam,ngelus dada,dan paling ngeloyor pergi.Tapi kemarin adalah termasuk hari "sangat buruk sekali" dan saya merasa tidak bisa  untuk diam atau sekedar mengelus dada.Pasalnya,pada tanggal 6 maret kemarin saya apply visa china melalui Dwidaya cabang Darmawangsa,dan ini kali kedua saya memakai jasa mereka untuk mengurus visa.
Pada bulan agustus yang lalu,petugas yang menghandle visa saya orang yang sama dengan yang sekarang.Pada saat itu,mereka telat sehari memberitahu kalau dokumen saya kurang PM 1 dan masih bisa saya maklumi karena masih ada sisa beberapa hari sebelum tanggal terbang untuk melengkapi dokumen.
Kali ini,saya kembali minta mereka menguruskan visa china saya,dan kembali ke petugas yang sama (tololnya saya),dengan membawa semua dokumen lengkap.

Lalu drama ini di mulai...

Pada tanggal 14 maret,saya sms petugas ini yang bernama W,menanyakan status visa karena sudah lebih dari 5 hari kerja,dan jawabanya visa saya masih di proses.
Kemudian saya tanya lagi,berapa hari proses visanya,dan si W ini tidak membalas.Sampai akhirnya tanggal 16 saya menelpon mereka dan jawabannya adalah "Visa ibu reject karena fotonya salah."
What the f...!!?? Dan saya harus terbang tanggal 18 maret.

Peraturan pas photo baru untuk visa china di perbarui per februari lalu,dan ketika melihat foto saya yang salah entah kenapa petugas yang membawa dokumen saya ke visa center tidak notice sama sekali,secara pasti dia tidak membawa satu dokumen saja,atau setidaknya dia pernah melihat form pengajuan yang sama dari agen atau pengaju visa yang lain ( saya pikir ini adalah bentuk kekurangtelitian).
Dan fatalnya adalah W ini tidak memberi tahu saya pada saat visa di tolak pada tanggal 14 maret,padahal saya baru saja mengirim sms padanya.Mau tidak mau saya mengoceh di telpon pada manajernya karena si W sedang tidak masuk,daaannn...tololnya dia (Sorry to be rude but I'm so pissed!!) tidak meninggalkan pesan sama sekali.

Manajernya bilang si W sudah berusaha menelpon saya tapi tidak tersambung,dan masalahnya kenapa dia tidak meninggalkan sms,WA,atau email saya karena masalah ini.Saya masih bisa menahan emosi karena kelalaian ini karena manajer bilang saya masih bisa mengejar visa kilat yang di proses dalam satu hari.
Dan akhirnya,saya harus mengumpulkan dokumen lagi untuk pengajuan baru,which is so annoyed,karena saya harus cancel semua urusan saya hari itu
KTP baru saya belum sempat saya urus karena satu dan lain hal,yang akhirnya pada hari itu juga saya gradak gruduk ke kelurahan meminta PM 1 lagi,dan sialnya Pak Lurah tidak di tempat,dan akhirnya mau tidak mau saya harus lari ke kantor Sudin Kependudukan agar bisa mendapat resi sementara.
Kesialan kedua adalah setelah buru-buru ke kantor Sudin,sampai disana pas waktu istirahat dan petugas istirahat bersamaan,dengan antrian yang buanyak banget!
Damn It!!
Saya cuma bisa memaki-maki sendiri,sementara saya sudah harus ada di visa center sebelum jam setengah tiga sore,belum lagi harus balik ke kelurahan,dan mengambil foto baru.
Jam dua siang saya baru selesai di kantor Sudin,dan harus ke kelurahan untuk minta resi,dan ternyata Masih tidak bisa karena petugas yang bersangkutan juga sedang tidak di tempat,dan KK asli saya tidak terbawa.Untungnya si mas di desk pelayanan mau mengerti dan Pak Lurah sudah di tempat dan bersedia  mengeluarkan surat PM 1.
Akhirnya saya putuskan ke visa center esok harinya karena waktunya sudah telat,dan saya pergi ke Malibu untuk membuat foto baru sambil setengah ngomel ke si mas fotografernya karena foto yang dia cetak bikin visa saya di tolak.Saya sampai mencetak banyak foto untuk jaga jaga dan memastikan ukurannya sudah akurat.Saking nervousnya,saat print out tiket dan booking hotel saya mencetak foto lagi di Snappy #DOH 
Saya sampai harus mengukur-ukurnya dengan penggaris karena takut ukurannya salah lagi.You will do anything silly when you try not to fail again.

So...keesokan harinya,saya "nyubuh" ke visa center di The East Kuningan.Sampai di sana belum jam 7 pagi dan saya pikir bakal jadi orang pertama yang datang,dan ternyata sudah ada seorang Ibu-Ibu yang sedang urgent seperti saya.Setelah menunggu dua jam karena visa center baru buka jam 9,tapi antrian sudah mengular di belakang saya,akhirnya pintu di buka.
Belive or not,security cuma memberi satu nomor buat saya dan si ibu karena dianggap akan mengurus visa yang sama.Walhasil,setelah si Ibu selesai,si mbak di counternya bilang saya harus minta nomor antrian lagi.Huahhh...!!!
And this is the worse...petugas visa bilang tidak ada fast service atau pelayanan visa dalam sehari.Saya dan si ibu langsung lemes,karena saya harus terbang besok paginya dan si Ibu hari berikutnya,mau tidak mau,visa urgent sekalipun baru selesai hari senin,terpotong weekend dan visa center tutup.
Could you imagine nyeseknya saya ??!! Grrhhhh
Satu,saya telat di kasih tahu si W soal foto yang salah,dan manajernya bilang saya bisa dapat visa sehari asal saya datang sendiri dan ternyata infonya salah.
Silahkan bayangkan mangkelnya saya karena merasa "di telantarkan dan di PHP",di tambah lagi foto yang saya cetak banyak sekali ternyata tidak terpakai dan harus foto urgent di tempat,mengisi form lagi dan minta pihak Dwidaya membuatkan booking tiket baru untuk melengkapi dokumen.

Setelah selesai dengan njelimetnya proses,akhirnya saya dapat pick up form dan tentu saja saya masih tidak tahu akan dapat visa atau tidak.That's the most frustrated day I ever had.Saya telpon lagi si W yang ternyata sudah masuk dan memarahinya,termasuk manajernya karena sudah lalai.Saya meminta mereka untuk menguruskan visa saya karena satu dan lain hal saya tidak bisa mengurusnya sendiri,yang ternyata malah membuat saya pontang panting sendiri,dan harus merelakan tiket berangkat saya hangus.Ketika saya marah-marah di telpon mereka cuma bilang "maaf dan saya mengerti perasaan Ibu"
Gondok bin dongkol,mangkel dan kawan-kawannya jadi satu.Saking jengkelnya,saya posting status di twitter dan tag langsung akun Dwidaya Tour.Tadinya saya pikir palingan juga dapat permintaan maaf saja,dan setelah beberapa jam si manajer menelpon saya dan kembali minta maaf (sampai bosan saya dengarnya) dan bertanya soal tiket saya yang hangus dan booking hotel,dan berniat menggantinya.
Saya menghargai niat baik mereka,but still I feel sorry because I have to expose them first to make them to response,selain minta maaf tentu saja.
Sampai tulisan ini saya post,belum ada kelanjutan penggantian tiket karena belum ketahuan saya bakal dapat visa atau tidak,but honestly,thats all ruin my days.Ada urusan personal sangat penting yang harus saya selesaikan,dan karena keteledoran dan kelalaian beberapa orang,semua rencana saya yang sudah tersusun setiap detailnya harus berantakan.Saya yakin siapapun orangnya akan benar-benar marah jika berada di posisi saya.

Moral ceritanya adalah,jangan pernah menyepelekan urusan sekecil apapun apalagi jika bersangkutan dengan orang lain.Karena kita tidak pernah tahu seberapa besar impact nya.For this case,menyangkut banyak pihak dan saya berada di posisi sangat dirugikan termasuk orang-orang yang berkaitan dengan saya.
Effeknya,saya harus ketinggalan rombongan,beberapa urusan terlantar,dan stressful.

note:
Saya menyebut langsung nama travel yang bersangkutan tidak untuk menjelekkan tapi sebagai pembelajaran bersama termasuk diri saya sendiri.Sangat di sayangkan untuk agency sebesar mereka,beberapa orang pegawainya  mengabaikan detail customer service yang saya yakin sangat penting.
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BERBAIK HATILAH PADA DIRI SENDIRI

Kesasar di Museum Louvre

MALINDO AIR