GOD GIVES GRACE TO THE HUMBLE

Tadi siang pas lagi jalan-jalan nyari makan siang,warung kopi yang sudah berkali-kali ingin saya kunjungi dan berkali-kali juga batal karena pas waktu tutup,dan hari ini yang jadwal sebenarnya tutup ternyata sedang buka,maka girang sekali hati ini dan tanpa pikir panjang langsung saya masuk,memesan kopi dan naik ke lantai dua.Sambil menunggu pesanan datang,sebuah tulisan di papan membuat saya ternganga(masangnya di dinding bagian atas jadi pas bacanya sambil tengadah dan ternganga hahah).Tulisannya "GOD GIVES GRACE TO THE HUMBLE" dan entah kenapa yang terlintas di kepala saya ketika membaca tulisan itu adalah traveling ke Lombok minggu lalu.
Ceritanya,sudah lama sekali saya ingin ke Lombok tapi susah kesampaian (dan belum ada yang ngajak hehe...)sampai akhirnya kemarin benar-benar kejadian sampai ke Lombok dengan hampir tanpa perencanaan,dan bagusnya lagi pas dapat poin banyak dari Accor Group yang Alhamdulillah bisa ditukar dengan private room Novotel selama 4 hari 3 malam dan cuma bayar 450 ribu doang.Rejeki anak soleehh...hehehee karena harga asli roomnya mehong boooo....!
Rejeki anak soleh selanjutnya adalah pas mau snorkeling ke Gili Nanggu,harga paket dari hotel lumayan mahal untuk perorang,dan ndilalah waktu lagi nyewa skuter buat jalan-jalan di samperin sama Bapak-Bapak yang wajahnya...maaf...melas banget,dia menawarkan harga paket yang lebih mahal sedikit tapi dengan tujuan tiga Gili sekaligus.Dan entah kenapa,melihat wajahnya itu bikin saya berdoa semoga paket dari hotel bisa di batalkan.Kemudian saya berjanji akan mengabari Bapak ini sepulang jalan-jalan.
Malam setelah pulang dari muterin Kuta,ternyata Bapak ini masih ada dan menunggu jawaban saya.Karena sudah malam,wajah Bapak ini tambah melas saja dan bikin saya nggak enak hati.Dan akhirnya,saya bilang ke resepsionis untuk membatalkan tur ke Gili Nanggu dengan pihak hotel dan memilih tur yang di tawarkan si Bapak.Pas dia menerima uang DP,kelihatan sekali wajahnya berubah cerah dan mata berbinar yang bikin saya jadi ikut merasa gimana gitu...
Besok paginya,si Bapak yang bernama Sudir ini sudah menunggu dengan wajah sumringah untuk mengantar ke Gili Nanggu,dan kejutannya adalah dia bersedia mengantar kemana saja setelah tur Gili selesai untuk muter-muter sekeliling Mataram dan sekitarnya.Sepanjang perjalanan Pak Sudir cerita banyak soal adat-adat Sasak dan tempat-tempat yang bagus untuk di kunjungi di Lombok Tengah,termasuk cerita Putri Mandalika yang melegenda itu.
Sepanjang tur ini,Pak Sudir suka menolak kalau di ajak makan atau sekedar merokok dan duduk satu meja saat di rumah makan.Katanya selalu,"Saya disini saja,Mbak."
Singkat kata,selesailah tur tiga gili itu dan Pak Sudir mengantar saya keliling dan mampir ke toko oleh-oleh,kemudian mutar-muter blusukan mencari Gallery Irmaya yang menjual tas kulit dan tenun asli Lombok dan tempatnya susah bingit untuk di cari.Dengan sabar Pak Sudir tanya sana sini,dan saat itu Mataram hujan lebat sekali sampai akhirnya kami sampai di galery di komplek pertokoan Rungkak Jangkuk,Sayang-Sayang,dan alhasil saya mendapatkan tas impian saya (jiahhh...),tas kulit dengan tenun Bima dan asli buatan lokal.Setelah itu,Pak Sudir mengantarkan saya pulang kembali ke hotel dengan selamat,dan sudah malam sekali.
Kesan yang tertinggal dari sosok Pak Sudir ini adalah orangnya sangat sederhana dan rendah hati,sampai-sampai niatan saya kalau-kalau ada teman yang mau traveling ke Lombok tengah Pak Sudir adalah orang pertama yang akan saya rekomendasikan sebagai guide.Bertemu dengan orang yang baik adalah bentuk lain dari rejeki juga,bukan?

View dari Gili Sudak


Hari selanjutnya,saya rencanakan untuk nyari masakan kepiting (menu wajib kemanapun dan dimanapun!)yang ternyata susah banget,dari ujung ke ujung restoran seafood tidak ada yang menyajikan menu ini,dan satu-satunya restoran Chili Crab sedang tutup karena low season.Novotel sekalipun tidak menyajikan seafood buffet seperti biasanya.Berasa nyesek banget karena tinggal di pinggir pantai tapi nggak ada kepiting seekor PUN!!Beuhhh...
Tapi akhirnya saya cuma bisa  mikir... Yo Wes Lahhh...
Hari berikutnya blusukan saja ke kampung-kampung,nyelesep-nyelesep dan ketemu anak-anak kecil yang pulang sekolah dengan wajah-wajah cerah ceria ketika melihat saya hahaahaa...entah kenapa,nggak ngerti juga sayanya :D
Pas lagi blusukan nggak sengaja lihat tanda Lobster Bay dan Bumbangku Cottages yang pas udah nyampe sana dan lihat dari ketinggian,aduhai!!Berasa lihat versi kecil Raja Ampat!Yang itu lhooo...banyak bukit-bukit kecil di tengah laut!Dan ketika disamperin ternyata ada tambak lobster di pinggir pantainya.Rejeki anak soleh lagiiii!!

Pantai Bumbang dan Lobster Bay


Tuhan memang selalu Maha Asik dan Baik,setelah sehari semalam nyesek karena nggak ketemu kepiting,di hadiahilah saya dengan sekilo lobster segar yang diambil langsung dari laut cuma buat saya (ngelebay bolehlah haha...)lalu di bakar di atas sabut kelapa dan rasanya....endes dess desss!!!

The best lunch ever!


Rasa-rasanya,momen ini yang paling bikin saya susah move on dari traveling ke Lombok minggu lalu,karena saya masih bisa rasakan lobster bakar itu di lidah saya.Rasa yang membuat saya terus bersyukur karena limpahan nikmat dan rejeki yang seolah tak pernah habis-habisnya,dan kali ini kembali saya rayakan dengan segelas espresso yang rasanya....like GOD in the glass :)

Espresso dan klappertaart no rum


Traveling adalah kecintaan saya pada hidup untuk belajar dan memahami arti diri saya sendiri dan mengenal Tuhan dengan cara saya sendiri.Saya merasa beruntung dari setiap perjalanan saya mendapat banyak pelajaran yang pasti direncanakan Tuhan untuk mendewasakan diri saya.Setiap perjalanan,yang Alhamdulillah di mudahkan secara materi karena Tuhan mengirim orang-orang baik untuk menemani perjalanan saya,selalu saja di bukakan pengetahuan dan ditambahkan teman-teman baru dan tentu saja,Kekuatan Baru.And its priceless...



Tulisan di warung kopi ini menyentil emosi saya,bagaimana Tuhan ingin saya tahu,setelah bertahun-tahun "traveling hidup" saya,menjadi rendah hati adalah cara terbaik untuk mengenal Tuhan.Cara yang ajaib,ketika tiba-tiba siang ini saya ingin memesan espresso,jenis kopi pahit yang sebenarnya akan membuat asam lambung saya naik setelah meminumnya.Sebuah cara lain Tuhan untuk mengenalkan saya pada "kepahitan" dan membuat saya sakit untuk kemudian bersyukur akan kesehatan dan kebaikan.

So this is my story,what is yours?

Dont forget to stay healthy and be happy :)





Komentar

Postingan populer dari blog ini

BERBAIK HATILAH PADA DIRI SENDIRI

Kesasar di Museum Louvre

MALINDO AIR